Menurut laporan terakhir, tercatat ada 68 korban dinyatakan meninggal dan 4 orang hilang masih dicari. Dilansir Reuters, Senin (16/1), Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan menjelaskan pesawat tersebut sempat melakukan kontak dengan bandara Pokhara dari Seti George pada Minggu pagi, sekitar pukul 10.50 waktu setempat. Setelah itu, pesawat jatuh.
Dilaporkan bahwa pesawat ATR 72-500 Yeti Airlines itu membawa 57 warga Nepal, 5 warga India, 4 warga Rusia, 2 warga Korea Selatan (Korsel) dan masing-masing satu warga Argentina, Irlandia, Australia dan Prancis.
Insiden tragis jatuhnya pesawat ATR 72-500 Yeti Airlines itu itu tercatat sebagai kecelakaan udara yang terburuk dan paling mematikan dalam 30 tahun atau tiga dekade terakhir di Nepal.
Tek Bahadur selaku pejabat setempat menuturkan bahwa peluangnya "nol" dalam menemukan penumpang atau awak pesawat. Meski demikian, menurutnya, dua kotak hitam pesawat berisi data penerbagan dan rekaman suara di kokpit telah ditemukan.

0 Komentar